Deskripsi
Aplikasi Laravel tidak sekencang bahasa pemrograman lain, Itu fakta.
- Legacy system dibangun menggunakan Laravel?
- Team engineering cuma paham bahasa PHP?
- Ganti ke bahasa lain bukanlah pilihan?
- Terus solusinya apa kalau masih tetap bertahan di PHP (Laravel) yang super lemot ini?
Bukan karena kode yang buruk, tapi karena satu hal yang paling fundamental dan sering diabaikan: cara PHP menangani setiap request yang masuk.
Secara default, setiap request yang masuk memaksa PHP untuk memuat ulang seluruh aplikasi dari nol. Framework di-load, konfigurasi dibaca, koneksi dibuka, lalu semuanya dibuang begitu response dikirim. Proses ini berulang untuk setiap request, dan di sinilah root cause lemotnya aplikasi Laravel.
Kelas ini fokus mengoptimalkan di titik itu. Beberapa strategi deployment dijalankan dari aplikasi yang sama, resource yang sama, dan traffic yang sama. Mulai dari konfigurasi standar, optimasi di level runtime, hingga teknik advanced seperti horizontal scaling dengan load balancer yang memungkinkan aplikasi berjalan di beberapa instance sekaligus untuk memperkuat performa secara keseluruhan. Setiap strategi di-deploy ke environment production-like menggunakan Docker, lalu diuji langsung dengan performance test menggunakan K6.
Hasilnya tidak perlu ditebak. Angkanya terlihat langsung. 25x lebih kencang, hanya dari perubahan strategi deployment, tanpa mengubah satu baris kode aplikasi.
Semua konfigurasi, environment, dan automated script sudah disiapkan dan siap dijalankan. Termasuk manage.sh, script interaktif untuk build, refresh, migrate, destroy, hingga load test dalam satu perintah.
Ditambah bonus eksklusif: Rexaro, source code premium berbasis Laravel yang siap digunakan sebagai base aplikasi production.
🔑 Prerequisites
Sebelum mengikuti course ini pastikan sudah menguasai hal berikut:
- Pemahaman dasar tentang PHP & Laravel
- Familiar dengan konsep dasar Docker, jika belum memahami bisa pelajari course terkait:
- Docker 101 Series
- Docker Compose Series
- Full-Stack: API, Web, CMS, and Docker Multi-Container Architecture
- Dasar pemahaman tentang performance testing dan K6, jika belum familiar tersedia course terkait berikut:
✅ Key Points
- Memahami mengapa PHP Runtime adalah bottleneck terbesar yang sering diabaikan di aplikasi Laravel
- Menjalankan dan membandingkan beberapa strategi deployment dari satu aplikasi yang sama
- Mengimplementasikan horizontal scaling dengan load balancer, teknik menjalankan beberapa instance aplikasi sekaligus untuk meningkatkan performa
- Men-deploy ke production-like environment menggunakan Docker
- Menjalankan performance test dengan K6 dan membaca hasilnya secara langsung
- Menggunakan automated script siap pakai untuk seluruh siklus deployment
- Mendapatkan akses Rexaro, source code premium Laravel siap production
🧑🏻💻 Designed For
- Laravel developer yang aplikasinya sudah berjalan tapi belum optimal performanya
- Software Engineer yang ingin memahami perbedaan nyata antar strategi deployment sebelum diterapkan di production
- Developer yang ingin bundling lengkap: materi, environment siap pakai, automated script, dan source code premium dalam satu paket
- Backend Engineer yang ingin naik level ke praktik deployment yang lebih advanced dan production-grade
⚙️ Course Tools
- Laravel sebagai framework utama aplikasi
- Rexaro sebagai base aplikasi production siap pakai
- Docker untuk manajemen multi-container dan production-like environment
- Nginx sebagai web server dan load balancer
- MariaDB sebagai database aplikasi utama
- K6 untuk performance testing tool
- Visual Studio Code sebagai text editor utama
🎓 Sertifikat
- Dapatkan sertifikat setelah menyelesaikan kelas.
